Kembali ke Berita
Kontak
Di Kondisi Pasar yang Menantang, MPC Mampu Menjaga Nilai Penjualan dan Laba Kotor yang Stabil
05 Maret 2026

SIARAN PERS

UNTUK DIRILIS SEGERA

5 Maret 2026

 

Highlight 2025:

  • Pendapatan yang stabil di Rp11,5 triliun, sedikit meningkat dibandingkan Rp 11,4 triliun pada tahun sebelumnya.
  • Laba kotor sebesar Rp1,9 triliun.
 

Jakarta, 5 Maret 2026MPC (PT Multipolar Tbk, “Perseroan', kode saham: MLPL) menunjukkan resiliensi di tengah ketidakpastian pasar sepanjang tahun, dengan tetap mencatat pertumbuhan sekaligus semakin memperkuat fondasi keuangannya. Di tahun 2025, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp11,5 triliun, meningkat 1,3% dari Rp11,4 triliun pada tahun sebelumnya. Di tengah berbagai tekanan eksternal, MPC tetap fokus pada disiplin operasional dan efisiensi neraca, yang menghasilkan peningkatan kas dan setara kas menjadi Rp1,4 triliun, naik 24% dari Rp1,1 triliun pada tahun sebelumnya. MPC juga mencatat laba kotor sebesar Rp1,9 triliun, memperlihatkan kinerja operasional yang solid. Perseroan membukukan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp156 miliar.

Segmen Ritel

Pada segmen ritel, Matahari Putra Prima (MPPA, kode saham: MPPA) mencatat pertumbuhan pendapatan yang resilien serta peningkatan margin laba kotor, mencerminkan kemajuan berkelanjutan dalam proses transformasi dan penguatan fundamental bisnis. Penjualan bersih MPPA meningkat 1,9% menjadi Rp7,3 triliun, didukung oleh permintaan pelanggan yang stabil, sementara laba kotor naik 2,8% menjadi Rp1,3 triliun, didorong oleh perbaikan sales mix yang sejalan dengan kebutuhan pelanggan. Ke depan, MPPA akan terus meningkatkan produktivitas gerai, menyempurnakan pilihan produk, dan memperkuat eksekusi operasional melalui pendekatan ritel yang terintegrasi. Inisiatif ini akan didukung oleh perbaikan rantai pasok, keterlibatan digital, dan ekspansi selektif. MPPA tetap berfokus pada disiplin operasional, peningkatan efisiensi, serta penciptaan nilai jangka panjang, seiring dengan memposisikan diri untuk menangkap peluang pertumbuhan baru.

Matahari Department Store (MDS, kode saham: LPPF) menunjukkan resilien finansial yang kuat pada tahun 2025, dengan mencatat penjualan kotor sebesar Rp11,05 triliun, laba kotor Rp3,8 triliun, dan laba bersih sebesar Rp725,4 miliar. Kinerja ini didorong oleh upaya berkelanjutan dalam meningkatkan inisiatif efisiensi biaya serta mengoptimalkan operasional gerai, hal tersebut menghasilkan EBITDA sebesar Rp1,2 triliun. Strategi pertumbuhan MDS berfokus pada ekspansi merek eksklusif dan inovasi merek. Pada tahun 2025, MDS meluncurkan berbagai inisiatif yang menyasar konsumen muda, termasuk kelanjutan pengembangan SUKO, MU+KU, dan ZES. Pada tahun 2026, MDS berencana untuk memperluas portofolio merek eksklusif serta terus meningkatkan penawaran kepada pelanggan, guna mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

Segmen Bisnis Teknologi & Digital

Pada segmen bisnis Teknologi & Digital, Multipolar Technology (MLPT, kode saham: MLPT) mencatat penjualan sebesar Rp3,8 triliun pada tahun 2025, meningkat 2,9% dari Rp3,7 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan momentum berkelanjutan MLPT dalam mendorong transformasi digital di Indonesia. Ke depan, MLPT akan berfokus pada penguatan kapabilitas di AI, Automation, Data, Hybrid Infrastructure, dan Security, serta mengejar peluang investasi baru untuk mendukung pertumbuhan dan profitabilitas berkelanjutan. Upaya ini semakin memperkuat posisi MLPT sebagai mitra teknologi tepercaya dalam masa depan digital Indonesia.

Di seluruh portofolio bisnisnya, MPC tetap teguh dalam komitmennya untuk menciptakan nilai jangka panjang dengan menjaga disiplin, berfokus pada pelanggan, dan tetap adaptif terhadap perubahan. Perseroan akan terus menjalankan strateginya dengan tangguh, bahkan di tengah ketidakpastian dengan memanfaatkan fondasi operasional yang kuat untuk membuka peluang baru pada tahun 2026 dan seterusnya.

Adrian Suherman, CEO & Presiden Direktur MPC, mengatakan:

"Di tengah volatilitas pasar, MPC mampu mempertahankan resiliensi dan melanjutkan momentumnya melalui inisiatif strategi efisiensi yang telah diterapkan di seluruh portofolio investasi kami. Ke depannya, MPC akan meningkatkan kemampuan adaptasi dan tetap tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan untuk menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan.”

 

Tentang MPC

MPC merupakan perusahaan investasi yang berfokus pada layanan konsumen & teknologi di Indonesia. MPC tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Portofolio MPC mencakup sejumlah entitas yang terdaftar di BEI, termasuk PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), operator “Hypermart” yang merupakan salah satu jaringan supermarket terkemuka di Indonesia, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), yang memiliki jaringan department store terbesar di Indonesia, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) – pemberi layanan solusi teknologi dan transformasi digital, PT First Media Tbk (KBLV), dan PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU).

 

INFORMASI LEBIH LANJUT:

Agus Arismunandar

Chief of Business Development & Investor Relations – MPC

agus.arismunandar@lippo.co.id

Kontak